Outing Class SDIT Al-Fityan Gowa: Tanamkan Konsep Smart Farming untuk Ketahanan Pangan Masa Depan

GOWA, 13 Januari 2026 – Sebagai implementasi pembelajaran kontekstual, SDIT Al-Fityan School Gowa mengajak 104 peserta didik kelas VI untuk merasakan langsung pengelolaan pertanian modern dalam kegiatan Outing Class, Selasa (13/1/2026). Dengan mengusung tema “Smart Farming: Menanam Hari Ini untuk Ketahanan Masa Depan”, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Benih Tanaman Hortikultura (BBTH) Gowa, Sulawesi Selatan.

Kegiatan diawali dengan pembekalan rohani di sekolah berupa pembacaan Al-Ma’tsurat dan shalat Dhuha berjamaah, menegaskan integrasi nilai Islami dalam setiap aktivitas pembelajaran. Rombongan secara resmi dilepas oleh Kepala SDIT Al-Fityan School Gowa, Ibu Sitti Sahrah, S.Sos., S.Pd.Gr., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi pertanian sejak dini sebagai fondasi ketahanan pangan bangsa.

Di lokasi, peserta disambut tim BBTH dan mendapatkan materi komprehensif tentang pertanian cerdas, mencakup pemilihan benih unggul, teknik budidaya tanaman hortikultura, dan prinsip pertanian berkelanjutan. Peserta juga diajak berkeliling langsung ke kebun praktik untuk mengamati tanaman pisang, cabai, dan rambutan.

Puncak kegiatan adalah praktik penyemaian benih cabai dan rambutan yang dipandu instruktur ahli. Para siswa tampak antusias mempraktikkan teknik penyemaian yang tepat, merasakan pengalaman langsung sebagai calon petani masa depan. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran tentang urgensi pangan sekaligus mengenalkan solusi pertanian modern yang efektif dan ramah lingkungan.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah menyerahkan sertifikat penghargaan kepada pihak BBTH atas kolaborasi dan dukungannya. Untuk mengukur pemahaman, peserta mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai refleksi dari seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui outing class ini, SDIT Al-Fityan Gowa berkomitmen tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan pada alam, tanggung jawab lingkungan, dan kesadaran akan ketahanan pangan—sebagai bagian dari pembentukan generasi yang unggul, kreatif, dan berakhlak mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *